| Presiden ACT |
GLX GAMES - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, mengatakan lembaganya bisa memangkas dana sumbangan hingga 30 persen untuk biaya operasional. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan anjuran Dewan Syariah selaku pengawas.
"Lembaga belum pernah ambil kesempatan 30 persen, bukan ngambil, ditoleransi kalau butuh hal luar biasa seperti masuk Papua. Dewan Syariah membolehkan dana operasional di luar zakat diambil 30 persen, dan lembaga belum pernah ambil 30 persen," kata Ibnu, saat jumpa pers di kantor ACT, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).
ACT biasanya ambil 13,7 persen
Dalam kesempatan itu, Ibnu menjelaskan, sejauh ini ACT telah mengambil 13,7 persen dari donasi yang diterima lembaganya. Diskon 13,7 persen digunakan untuk operasi.
“Dalam lembaga zakat, secara syariat dibolehkan 1/8 atau 12,5 persen, ini patokan kami secara umum, tidak ada secara khusus untuk operasional lembaga,” ujarnya.
Ibnu mengaku mengambil diskon 13,7 persen untuk operasional karena ACT bukan lembaga zakat. Jadi, itu dianggap bisa dilakukan.
ACT akui gaji pimpinan sempat Rp250 juta per bulan
Lebih lanjut, Ibnu Khajar mengaku gaji pimpinan di lembaganya sempat mencapai Rp250 juta per bulan. Menurutnya, gaji tersebut berlaku pada Januari 2021.
“Jadi kalau pertanyaannya apa sempat diberlakukan (gaji Rp250 juta), kami sempat memberlakukan di Januari 2021, tapi tidak berlaku permanen,” katanya.
Ibnu mengatakan, gaji pimpinan Rp250 itu hanya berlaku satu bulan. Setelah itu, ada restrukturisasi pegawai dan gaji akibat pandemi COVID-19.
"Beberapa angka, itu angka yang jadi rencana di 2021, dan tidak bisa dijalankan, satu bulan dijalankan, pandemik kondisi tidak signifikan dan kami melakukan perubahan atau 4-5 kali struktur gaji menyesuaikan dengan dana filantropi," ujarnya.
Saat ini, kata Ibnu, gaji pimpinan ACT tidak lebih dari Rp. 100 juta. Namun, dia tidak menjelaskan nominal pastinya.
ACT mengurangi ratusan karyawan karena pandemi COVID-19
Lebih lanjut, Ibnu juga mengakui ACT melakukan pengurangan pegawai akibat pandemi COVID-19. Tercatat 560 karyawan Yayasan Aksi Cepat Tanggap diberhentikan dari pekerjaannya.
“Saat ini di tahun 2021, awal tahun 2021, kami memiliki SDM 1.688 orang, dan pada saat ini SDM terkini pada Juli 2022 ini jumlahnya 1.128 (karyawan),” katanya.
![]() |
| TONTON HASIL PERMAINAN YANG NYATA DARI KAMERA VIDIO |
BANDAR DADU - BANDAR SAKONG - BANDAR CEME - ADU CEME - SLOT - SICBO - OGLOK - BOLA TANGKAS - HAPPY ROYAL - POKER - DOMINO - GLX GAMES

Posting Komentar