| KA |
GLX GAMES - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti sejumlah insiden pelecehan seksual yang terulang di angkutan umum.
Kadivwasmonev KPAI, Jasra Putra menilai, kebutuhan transportasi yang menopang generasi mendatang membutuhkan keramahan, terutama bagi anak-anak, karena kondisi mereka mau tidak mau penuh ancaman saat berada di angkutan umum.
"Anak-anak mudah dikuasai karena soal kondisi fisik, pemahaman dan psikologis yang masih sangat butuh bimbingan. Namun sangat rentan direbut oknum tidak bertanggung jawab di jalanan," kata Jasra dalam pesan yang diterima, Minggu. (3/6/2022).
Gerbong wanita tidak cukup untuk mengurangi pelecehan seksual
Jasra mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan transportasi ramah anak adalah dengan menghadirkan bus sekolah, setelah banyak terjadi insiden pelecehan seksual di angkutan umum atau bus umum.
"Begitupun di kereta, untuk mengurangi pelecehan seksual dengan kampanye transportasi ramah perempuan dengan menyediakan gerbong perempuan. Namun ternyata itu belum cukup untuk mengurangi pelecehan seksual di transportasi kita," katanya.
Inovasi baru transportasi ramah anak
Jasra menyarankan ke depan akan ada inovasi-inovasi baru untuk menjawab kebutuhan transportasi kereta api yang ramah anak. Misalnya anak sekolah akan dimasukan ke dalam gerbong anak perempuan, atau jam-jam tertentu dijadikan gerbong untuk anak sekolah dan anak kuliahan.
"Atau model bus trans yang setiap bus ada petugas yang mengatur penumpang, atau mengurangi kepadatan agar mudah kita saling mengawasi bersama penjaga kereta misalnya," katanya.
Gerakan bersama untuk mencegah pelecehan seksual dalam transportasi
Jasra menambahkan, berdasarkan hasil survei pelayanan angkutan umum yang digunakan anak sekolah jelang PTM 100 persen Juli yang dilakukan KPAI beberapa waktu lalu, anak-anak masih perlu diawasi dan diingatkan tentang protokol kesehatan, terutama protokol kesehatan. kepadatan jam-jam tertentu, seperti saat anak berangkat dan pulang sekolah.
Menurut Jasra, upaya Menhub dalam menjawab semua kebutuhan tersebut harus didukung semua pihak, termasuk gerakan bersama untuk mencegah pelecehan seksual di angkutan umum.
“Sebenarnya harus ada gerakan bersama, karena dengan perkembangan dunia transportasi online, kemudahan menggunakan transportasi online, para orangtua bisa diajak ikut mengawasi pergerakan anak-anak mereka, dalam rangka memberi jalan masa depan yang lebih baik serta mengurangi ancaman di sekitar mereka," katanya.
![]() |
| GOYANG SENDIRI DADUNYA DISINI |
BANDAR DADU - BANDAR SAKONG - BANDAR CEME - ADU CEME - SLOT - SICBO - OGLOK - BOLA TANGKAS - HAPPY ROYAL - POKER - DOMINO - GLX GAMES

Posting Komentar