Menkes Fasilitasi Addendum Pemanfaatan Obat dalam Program JKN

Gedung DPR RI
 


GLX GAMES - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya akan membuka kesempatan addendum Formularium Nasional (Fornas) 2023 untuk dijadikan acuan penggunaan obat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Hal itu diungkapkan Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (4/7/2022).


“Kita membuka kesempatan addendum formasi, jadi karena ini dilakukan setiap dua tahun, di tahun kedua biasanya dibuka kesempatan bila mau ada addendum Fornas, karena terakhir kan di tahun 2021, jadi formularium ini baru akan dilakukan lagi secara resmi di tahun 2023,” kata Budi.


Tahun 2022 masuk dalam tahap kajian oleh panitia seleksi obat nasional


Budi juga menjelaskan bahwa pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memasuki tahap kajian oleh panitia seleksi obat nasional.


“Nah di tahun 2022 kita membuka kesempatan untuk proses addendum dan sekarang sudah mulai berjalan masuk di tahap kajian oleh komite nasional seleksi obat,” jelasnya.


Budi juga menjelaskan bahwa pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memasuki tahap kajian oleh komite nasional seleksi obat.


“Nah di tahun 2022 kita membuka kesempatan untuk proses addendum dan sekarang sudah mulai berjalan masuk di tahap kajian oleh komite nasional seleksi obat,” jelasnya.


Lebih lanjut Budi mengatakan, setelah melalui tahap kajian, panitia akan menggelar rapat finalisasi dan mengusulkan penerbitan SK adendum Fornas.


“Setelah ini komite melakukan rapat finalisasi dan mengusulkan penerbitan SK addendum Fornas,” pungkasnya.


Beberapa obat diminta untuk dimasukkan dalam Fornas


Budi juga menjelaskan, memang ada beberapa obat yang sedang ramai di masyarakat untuk diikutsertakan dalam Fornas, salah satunya obat kanker paru-paru.


“Beberapa obat yang sedang ramai di publik jadi ada yang meminta agar ini segera dimasukkan ke fornas ada yg dari dokternya, pengusahanya, pasiennya, tapi ada juga yang dari asosiasinya dan itu pro kontra," jelas Budi.


“Tapi kembali lagi buat kami di kementrian kesehatan memasukkan atau mengeluarkan obat-obatan di fornas itu dilakukan oleh komite nasional seleksi obat yang diisi oleh tenaga ahli yang bergerak di sektor farmasi. Dan memang ada kajian rasio, manfaat risiko, jadi seberapa besar manfaatnya terhadap risiko sampingannya juga rasio manfaat biaya, " dia menambahkan.




SAMBIL LIHAT HASILNYA BISA MENANG BANYAK

BANDAR DADU - BANDAR SAKONG - BANDAR CEME - ADU CEME - SLOT - SICBO - OGLOK - BOLA TANGKAS - HAPPY ROYAL - POKER - DOMINO - GLX GAMES

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama