Bruce Willis, Sang Die Hard Yang Pensiun Karena Afasia

GLXGAMES - Sumber : Istimewa


Bintang Die Hard Bruce Willis telah memutuskan untuk pensiun dari dunia akting. Ini karena masalah kesehatannya. Kabar tersebut disampaikan oleh Rumer Willis, putri Bruce, melalui akun Instagram.


Dalam postingan tersebut, ia mengungkapkan bahwa ayahnya menderita afasia yang mengganggu kemampuan kognitifnya.


"Kepada pendukung Bruce yang luar biasa, sebagai anggota keluarga, kami ingin mengumumkan bahwa Bruce tercinta kami menderita masalah kesehatan dan baru-baru ini didiagnosis menderita afasia, yang memengaruhi kemampuan kognitifnya," tulis Rumer Willis.


"Maka dengan banyak pertimbangan, Bruce memilih mundur dari karir yang sangat berarti baginya," lanjut sang putri.


Dalam unggahan yang sama, Rumer Willis juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penggemar yang telah mendukung karir sang ayah.


"Ini adalah masa-masa yang sangat menantang bagi keluarga kami, dan kami sangat menghargai semua cinta, kasih sayang, dan dukungan Anda," tulisnya.


"Kita semua telah melalui ini bersama-sama sebagai unit keluarga yang kuat. Kami ingin berbagi ini dengan para penggemar karena kami tahu betapa berartinya Bruce bagi Anda dan sebaliknya. Bruce selalu berkata, 'Hidupkan'. Dan kami akan terus melakukannya. sama-sama. lakukan itu," tambahnya.


Bruce Willis memulai karirnya sebagai aktor pada 1980-an melalui sejumlah film, seperti The Verdict. Namanya mulai melejit saat membintangi Moonlighting bersama Cybill Shepherd dan membintangi Die Hard pada 1988.


Sepanjang karirnya, Bruce Willis dinominasikan lima kali di Golden Globes dan membawa pulang satu trofi untuk aktingnya di Moonlighting, dan tiga kali untuk Penghargaan Emmy. Dia memenangkan dua trofi, satu untuk perannya di Moonlighting dan satu lagi untuk penampilan tamunya di Friends.


Menurut WebMD, afasia adalah gangguan komunikasi yang membuat seseorang sulit menggunakan kata-kata lisan atau tertulis. Ini terjadi karena kerusakan pada bagian otak yang memproses bahasa, biasanya akibat stroke, trauma, atau penyakit saraf lainnya.


Gejala afasia dapat meliputi kesulitan berbicara, sulit menggunakan kata atau istilah yang tepat, sering menggunakan kata yang salah, kesulitan memahami lawan bicara, kesulitan menulis dan berbicara dalam kalimat pendek atau sederhana.


"Orang dengan afasia mungkin mengalami kesulitan berbicara dan menemukan kata-kata yang tepat. Mereka mungkin juga memiliki masalah dalam memahami percakapan, membaca dan memahami kata-kata tertulis, menulis kata, dan menggunakan angka," tulis WebMD.


Kondisi afasia dapat dibantu untuk menjadi lebih baik melalui terapi bicara. Seorang terapis akan menemukan cara bagaimana penderita dapat berkomunikasi lebih efektif dengan keterbatasannya.


CUMA BANDAR DADU AKRAGAMES YANG BERANI KELUAR KAN HASILNYA DENGAN LANGSUNG

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama